DAMPAK DARI KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK
Orang tua dan anak secara harfiah tidak bisa dipisahkan, begitu juga dengan komunikasi yang terdapat didalam nya. Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai dampak yang timbul dan mempengaruhi pola tingkah laku anak.
Seperti yang dikutip dari Solihat dalam bukunya yang berjudul "Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak" menyatakan adanya komunikasi dalam keluarga diharapkan terjadi interaksi, saling tukar menukarpengetahuan, pendapat, pengalaman dan sebagainya (Solihat "Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak").
Hal ini juga sejalan dengan peranan penting bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Dan juga menjadi contoh awal dari anak dalam membentuk karakter. Komunikasi antar orang tua dan anak juga bisa disebut sebagai komunikasi keluarga. Baik dari orang tua ke anak, anak ke orang tua, atau bahkan anak ke anak yang lain. Hal sama seperti komunikasi secara umum, namun ada beberapa hal yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Contohnya seperti norma-norma, etika, dan akhlak yang tidak bisa didapat dari komunikasi umum.
Baik-buruknya sebuah hal itu memang selalu ada, begitu juga dengan komunikasi antara orang tua dan anak. Nah, pada kali ini saya akan memaparkan beberapa dampak positif dan negatif dari komunikasi anatara orang tua dan anak.
Dampak Positif
Dampak positif dari hubungan komunikasi anatara orang tua dan anak adalah dengan lahirnya sisi mandiri, dewasa, dan pribadi yang baik. Dalam artian jujur, budi pekerti, kerja keras, dsb. Karena hal ini adalah ajaran yang pasti diturunkan dari orang tua ke anak mereka. Karena dalam bermasyarakat seseorang haruslah berperilaku seperti ini mengingat norma-normal yang berlaku di negara kita. Dengan komunikasi yang baik dan efektif antara orang tua dan anak ditambah prilaku yang dicerminkan dari orang tua akan membentuk karakter yang baik baik tumbuh kembang anak. Orang tua yang baik pasti akan menginginkan anak yang baik pula, baik secara karakter maupun fisik. Nah dengan hal ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa pengaruh orang tua kepada anak khususnya komunikasi yang terjalin sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak.
Dampak Negatif
Seringkali ketakutan orang tua menjadi dasar mengapa komunikasi terhadap orang tua dan anak menjadi kurang efektif. Karena beberapa orang tua masih beranggapan bahwa anak sejatinya tetaplah anak. Hal ini juga menjadi lahirnya pola asuh otoriter yang beberapa contohnya sebagai berikut;
a. Orang tua menghukum tanpa alasan.
b. Menuntut anak agar mengikuti arahan mereka tanpa menghargai kerja dan usaha.
c. Membatasi aktifitas anak.
d. Orang tua bertindak semaunya tanpa dapat dikritik oleh anak.
e. Anak harus menurut dan tidak boleh membantah terhadap apa-apa yang diprintahkan atau dikehendaki oleh orang tua.
f. Anak tidak diberi kesempatan menyampaikan apa yang dipikirkan, diinginkan atau dirasakannya.
Nah dari sini bisa disimpulkan bahwa kecenderungan orang tua dalam mendidik sekaligus tidak memberi ruang dalam komunikasi dari anak kepada orang tua akan membentuk karakter anak yang bertolak belakang dari apa yang diinginkan orang tua tersebut. Misalnya menjadi pembangkang adalah contoh umum karena tidak bebasnya anak dalam memberi tanggapan maupun ekspresi kepada orang tua.
Komunikasi yang terbuka dan berkesan bebas dapat membentuk karakter anak menjadi lebih efektif ketimbang dengan cara otoriter, karena dengan hal ini kita memberikan ruang lebih kepada anak untuk bersikap ekspresif. Namun kita juga harus mengontrol anak agar tidak telalu bebas.

.jpg)

Komentar
Posting Komentar