PROBLEMATIKA KOMUNIKASI DAKWAH AGAMA ISLAM DI ERA GLOBALISASI



 Beragam informasi mengenai kejadian yang terjadi di dunia ini sekarang lebih mudah didapatkan karena adanya teknologi. Kemajuan teknologi ini lahir diawali dengan globalisasi yang mengajak perkembangan di bidang apapun. Menyampaikan informasi ataupun gagasan melalui komunikasi yang dapat mengembangkan sudut pandang. 


Komunikasi yang terjalin sebagai jembatan menyampaikan informasi satu sama lain. Komunikasi juga didukung oleh kemajuan teknologi karena adanya perkembangan industri juga pengetahuan.  Hal ini menuntut manusia berpikir secara universal. Sebagai manusia yang lahir di era modern, tentunya harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pergerakan dari masa tradisional ke modern ini cenderung cepat dengan adanya arus cepat globalisasi. 


Manusia pun beraktivitas tidak jauh dari teknologi, sehingga membuat perkembangan semakin cepat dan kuat. Kemajuan dalam bidang teknologi mendorong keilmuan tentang kemanusiaan, filsafat, sosiologi, sejarah, ataupun psikologi. Oleh karenanya, dalam islam tidak boleh mengabaikan intelektual yang berkembang karena islam adalah agama yang memiliki banyak aspek. 


Untuk itu, dalam mengkaji suatu keilmuan harus menggunakan pendekatan yang memiliki tingkatan berbeda. Pendekatan inilah yang membawa perubahan dan menghubungkan satu dengan manusia lainnya. Semakin meluasnya mobilisasi informasi ke seluruh dunia bisa menciptakan keseragaman. Sistem media yang dibangun tiap negaranya menentukan tentang kejadian yang akan dipandang penting untuk disampaikan. Namun, perkembangan teknologi saat ini masih menjadi problematika yang mengandung pro dan kontra. Apalagi dalam islam sekarang banyak yang menggunakan media sosial sebagai alternatif berdakwah.


Pengertian Komunikasi


Pengertian komunikasi secara etimologi berasal dari bahasa latin communis yang berarti hidup dengan bersama. Artinya komunikasi membangun sebuah persatuan yang berisikan satu orang atau lebih. Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) komunikasi ini berarti mengirimkan atau menerima suatu pesan yang dapat dimengerti orang lain. Carl L. Hovland berpendapat bahwa komunikasi merupakan sebuah usaha yang dilakukan dengan sistematis dan menciptakan prinsip-prinsip dalam menyebarkan informasi serta membangun sikap dan opini. Sedangkan menurut Mr. Rogers yang merupakan seorang ahli sosiolog dari Amerika, mengartikan bahwa komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih banyak membentuk informasi yang mengandung makna lebih dalam.


Komunikasi Dakwah dengan Media 


Mayoritas agama muslim di dunia seperti di Indonesia mudah terpancing dengan konfik agama. Hal ini membuat para sosiolog dan agamawan menganalisa konflik agama ini. Apalagi sekarang teknologi sudah berkembang pesat, sehingga mudah sekali konflik agama muncul di berbagai awak media. Media bagi masyarakat yang aktif dalam mengakses internet, tentunya dengan berita konflik yang disajikan sangat mudah diakses. 


Pada kenyataannya, berita di media semakin kesini semakin menguat dan memengaruhi masyarakat pada umumnya. Semakin meluasnya informasi yang tersebar di media, baik media online maupun media offline memberikan warna yang berbeda-beda dalam setiap liputannya. 


Namun, hadirnya teknologi di era globalisasi tidak melulu soal agama, teknologi ini juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengetahuannya di bidang apapun. 


Adanya teknologi ini, membuat masyarakat bergantung dan punya keinginan untuk tetap eksis di media sosial, Tetapi, masyarakat juga harus bisa membetengi diri dari dampak-dampak teknologi yang cenderung negatif.


Konflik agama yang sering terjadi di lapangan seringkali dijadikan sebagai bahan liputan media massa. Oleh karena itu, munculnya dakwah di berbagai media ini masih menjadi problematika. 


Biasanya dalam pemberitaan mengenai agama, selalu digoreng hingga memancing pengguna aktif internet. Menyimpulkan dari pemberitaan yang ada di media, hampir semua yang berbau konflik menjadi bahan sorotan agar menarik. Mengingat kembali bahwa Indonesia ini merupakan negara yang multikultural dan mudah sekali untuk dipancing mengenai berbagai isu. 


Oleh karena itu, dalam penyampaian dakwah yang berbau agama harus berhati-hati karena rentan diadu domba. Dalam agama islam sendiri, islam harus menyebarkan dakwah dengan baik tanpa adanya kekerasan. Meskipun di era sekarang banyak yang menganggap agama sendiri paling benar. Secara garis besarnya, hal ini terjadi karena tingkatan dalam perkembangan agama itu sendiri berbeda-beda. Kencenderungan masyarakat pada masa kini adalah ikatan yang cukup kuat dan memberikan ruang untuk siapapun berpendapat.


Masyarakat kelas modern seperti saat ini, dengan mudahnya membagikan informasi mengenai isu-isu agama dan ajaran agama. Dalam hal ini akan menjadikan masyarakat saling berinteraksi di media sosial. 


Dapat disimpulkan fenomena agama yang disebarkan melalui media ini disebut sebagai alternatif media dakwah. Fenomena inilah yang memancing berbagai pro dan kontra media sebagai dakwah. 


Dakwah di media sosial ini dilakukan dengan berbagai cara antara lain dakwah bi al-lisan yakni dakwah yang disampaikan dengan cara perantara ucapan, lalu bi al-hal yakni dakwah yang disampaikan melalui perbuatan, kemudian dakwah bi al-kitabah adalah dakwah yang disampaikan melalui bentuk tulisan. Pun dengan dakwah yang disajikan di media sosial ini dengan cara yang berbeda-beda. Tema yang dibawakan juga beragam mulai dari politik, sosial, hukum, pendidikan, dan lain sebagainya. Semakin menarik dakwah yang disajikan di media ini, semakin membuat masyarakat menggemari ceramah yang berbau agama. Mereka merasa mendapatkan pencerahan mengenai agama dan tidak jarang mereka akan membagikan ke teman-temannya. Para penceramahnya pun dikenal oleh masyarakat banyak dan semakin popular. 


Kesimpulannya, meluasnya informasi ke berbagai media, menciptakan keseragaman mengenai pemberitaan. Setiap agama memiliki dimensi yang berbeda-beda dan sudah berkembang. 


Artinya, agama tidak melulu tentang ketuhanan, keimanan, kepercayaan, dan lain sebagainya. Namun, agama lebih dari itu semua. Setiap agama pun diharuskan mengikuti perkembangan teknologi dan lingkungan hidup sekitarnya.



Komentar

Postingan Populer